Tedang Belajar: Inovasi Kecil Mahasiswa KKN Unipa di Desa Koting B

By Admin Humas 31 Mei 2019, 21:55:39 WIB Pendidikan
Tedang Belajar: Inovasi Kecil Mahasiswa KKN Unipa di Desa Koting B

Keterangan: Anak-anak antusias memilih buku di Tedang Belajar


Koting, Berita Sikka

Mengabdi masyarakat tidak harus lewat karya raksasa. Sebuah karya kecil yang tepat manfaat justru bisa jadi sumur inspirasi yang berjejak panjang. Misalnya “Tedang Belajar”, bale-bale untuk membaca, berdiskusi, dan belajar bersama yang dibikin para mahasiswa KKN UNIPA di Desa Koting B ini.

“Tedang Belajar” itu tidak istimewa amat. Ia terbuat dari pondok kecil bertiang bambu, beratap seng, dengan ukuran kurang-lebih 3 x 4 meter. Di bawah atap dibangunlah sebuah bale-bale halar dari bambu. Di dinding belakang tergantung poster bertuliskan Tedang Belajar. Di bale-bale itu diletakkan sejumlah buku. Dan lihatlah…. puluhan anak sekolah memilih-milih buku-buku itu, lalu asyik membacanya.

Buku memang gudang ilmu, tapi membaca adalah kuncinya. Sayang, tak semua anak punya gudang ilmu walaupun mereka punya kunci pintunya. Maka kehadiran Tedang Belajar yang menyiapkan buku-buku bacaan untuk anak-anak itu menjadi bagaikan oase segar di padang kerinduan akan ilmu bagi anak-anak Desa Koting B, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka.

Adapun Tedang Belajar itu dibangun dan difasilitasi oleh 31 mahasiswa Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere yang telah melaksanakan tugas KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tahun 2019 di Desa Koting B, yang berlangsung sejak tanggal 6 Mei hingga 3 Juni 2019. Buku-buku itu adalah sumbangan pribadi dari para mahasiswa KKN tersebut.

“KKN sebagai salah satu perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma ke-3, mendorong kami untuk berfikir tentang apa yang bisa kami buat, walaupun kecil tapi bermanfaat bagi masyarakat desa. Maka kami sepakat membangun Tedang Belajar itu,” kata Dosa, Koordinator Desa dari para mahasiswa KKN tersebut.

Terhadap kehadiran Tedang Belajar yang berdiri di samping kantor desa itu, Kepala Desa Koting B Fransiskus Yamance Moat Wolo mengapresiasinya.

“Ini baik sekali. Karena anak-anak bisa datang ke kantor desa untuk baca-baca. Walaupun buku-bukunya masih terbatas, namun ini setidaknya menunjukkan bahwa anak-anak kami juga gemar belajar, tidak cuma bermain-main sehabis sekolah,” kata Kades Fransiskus.

Aksi kecil para mahasiswa itu mendapat apresiasi dari dosen pembimbingnya. “Baru dua minggu, tapi kelompok ini sudah cukup maju. Saya mengapresiasinya,” kata Sri, dosen pembimbing lapangan.

Sementara anak-anak mengaku senang. MIsalnya, Sepha, siswi SMPK Susila Koting. Dia bilang, “Saya senang, karena dengan adanya Tedang Belajar ini kami bisa baca-baca bersama, juga bisa kerja PR bersama di tempat ini.”

Kebahagiaan anak-anak ini juga menggembirakan para orang tua mereka. Ibu Ice, salah satu orang tua, mengatakan, “Aduh, terima kasih. Dengan adanya kegiatan itu, anak-anak kami tidak hanya duduk fokus di HP. Sekarang mereka bisa baca-baca bersama, ngobrol dan diskusi bersama. Kalau tidak, mereka main HP sendiri-sendiri.”

Adapun total mahasiswa KKN UNIPA Tahun 2019 berjumlah 826 mahasiswa yang disebar di tiga kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Koting, dengan 31 mahasiswa berada di Desa Koting B.

Camat Koting, Alfons Naga, S.P. meminta warga desa untuk memanfaatkan Tedang Belajar itu dengan baik, dan bukan untuk para remaja duduk minum-minum. “Pakai Tedang Belajar untuk minum-minum moke itu tidak boleh. Sekali lagi tidak boleh. Saya larang. Itu untuk adik-adik dan anak-anak kita belajar,” tegas Camat Alfons.

Salah satu yang dikhawatirkan kini adalah Tedang Belajar jadi sepi pasca usai KKN. Tentang itu, Kepala Desa Koting B berjanji akan merawat minat baca dan minat belajar anak-anak itu. “Saya akan carikan guru pendamping dan juga mengadakan tambahan buku-buku baru untuk anak-anak.”*** (agustina helni)




Tuliskan komen di Facebook

Bagikan Komentar anda ke Facebook

Lihat semua komentar

Tulis komentar anda


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Apakah situs berita ini membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang kredibel?
  Sangat membantu
  Membantu
  Cukup membantu
  Kurang membantu
  Tidak membantu

Komentar Terbaru

  • Petrus Rasi

    Perlu diapresiasi oleh masyarakat Sikka karena bupati dan wakil yang terpilih lima tahun lalu ...

    Lihat Semua Artikel
  • Servasius Aliando

    Sukses bravo nian ...

    Lihat Semua Artikel
  • lewuk nathan

    Makasih atas pemberitaan ini. Semoga Nian tana maju berkat kerja sama, kerja keras dan kerja ...

    Lihat Semua Artikel
  • Rollys saputra

    Sya bangga dan senang suda mnjadi bgian dr alumni SMAK ALVAREZ meskipun sya tdk sampai tamat sya ...

    Lihat Semua Artikel

Video Terbaru

Lihat Semua Video