Sukses Melaksanakan Program Jokowi, Dua Kades Perempuan Terancam Masuk Penjara
Dilaporkan Melakukan Pungli atas Sertifikat Tanah Program PTSL

By Admin Humas 14 Feb 2018, 19:22:40 WIB Desa dan Kelurahan
Sukses Melaksanakan Program Jokowi, Dua Kades Perempuan Terancam Masuk Penjara

Keterangan: Kepala Desa Habi Maria Nona Murni dan Kepala Desa Watumilok Magdalena Mija, dua kades perempuan yang kini terancam masuk penjara setelah sukses melaksanakan program strategis nasional PTSL


Maumere, Berita Sikka

Menyukseskan program prioritas strategis nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2017 dari Presiden Joko Widodo ternyata tidak mendapat sanjungan, tetapi justru terancam dijebloskan ke balik terali besi.

Hal ini dialami oleh Kepala Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, atas nama Maria Nona Murni dan Kepala Urusan (Kaur) Pelayanan Desa Habi, Maria Wilfrida, S.Pd. Demikian pun Kepala Desa Watumilok Magdalena Mija, S.Sos. Pasalnya, mereka disangkakan melakukan pungli atas sertifikat tanah hasil PTSL itu.

Sebagaimana diberitakan, Murni dan Wilfrida ditangkap aparat Polres Sikka dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (6/2). Keduanya dijadikan tersangka dan dimasukkan ke sel tahanan Polres Sikka selama tiga malam.

Sementara Magdalena diadukan warga atas dugaan kasus serupa untuk PTSL di Desa Watumilok Kecamatan Kangae pada Senin (12/2).

BIAYA SERTIFIKASI

“Saya sedih mendengar ini. BPN sangat dibantu oleh para Kepala Desa dalam menyukseskan program PTSL ini. Dan semua urusan PTSL ini diatur dalam SKB 3 Menteri. Termasuk biaya-biayanya, dan jika ada pengaduan terkait PTSL ini maka itu juga sudah diatur di dalam SKB itu,” kata Kepala BPN Maumere, Fransiska Vivi Ganggas kepada Berita Sikka, di ruang kerjanya, Kantor BPN Sikka, Jl. El Tari, Jumat (9/2) pagi.

Adapun program sertifikasi tanah yang dimaksud dalam persoalan ini bukanlah PRONA atau Program Nasional Agraria (Permenag No.4/2015), melainkan PTSL atau Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (Permenag No.35/2016). Dalam PTSL, biaya pembuatan sertifikat oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional) adalah GRATIS, namun proses pengukurannya ada BIAYA.

Silahkan download SKB 3 Menteri itu DI SINI.

Kata Vivi, sapaan akrab Kepala BPN Sikka itu, “Kami di BPN tidak sediakan dana untuk membeli meterai dan pilar, sehingga untuk membeli materai dan pilar itu biayanya dibebankan ke masyarakat. Kami juga menyiapkan sampul khusus untuk sertifikat tanah tapi tidak wajib. Hanya ada surat khusus langsung dari Bapak Presiden yang menghimbau untuk menyampulkan sertifikat tanah itu. Dan sampul ini pun dibayar oleh masyarakat sendiri.”

SKB yang dimaksud Kepala BPN adalah Surat Keputusan Bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang PEMBIAYAAN PERSIAPAN PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS, tertanggal 22 Mei 2017.

Dalam SKB itu, disebutkan biaya yang dibutuhkan adalah untuk pembiayaan kegiatan operasional petugas keluarahan/desa. Biaya itu meliputi:

(1) biaya penggandaan dokumen pendukung;

(2) biaya pengangkutan dan pemasangan patok; dan

(3) biaya transportasi Petugas Kelurahan/Desa dari Kantor Kelurahan/Desa ke Kantor Pertanahan dalam rangka perbaikan dokumen yang diperlukan.

BIAYA DI NTT ADALAH RP. 450.000,-

Di dalam SKB itu disebutkan bahwa besaran biaya untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kategori I) adalah Rp. 450.000,00 (Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

Sumber dana, menurut SKB itu, bisa berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), bisa dari APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), bisa dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), dan bisa juga dari swadaya Masyarakat yang akan menerima sertifikat itu.

Menurut Maria Nona Murni, di Desa Habi masyarakat sepakati besaran dana swadaya itu sebesar Rp. 150.000 per bidang tanah.

“Pada saat sosialisasi, kami diberitahu bahwa plafon anggaran untuk Provinsi NTT adalah Rp. 450.000 yang ditetapkan dalam SKB. Tapi setelah kami hitung, kebutuhan kami sekitar Rp. 150.000 saja dan kami sudah tuangkan dalam Berita Acara tertanggal 7 Juli 2017,” jelas Murni saat ditemui Berita Sikka di ruang Reskrim Polres Sikka, Jum’at (9/2) siang.

Hal yang sama juga dijelaskan Kades Watumilok Magdalena Mija kepada Berita Sikka. “Di Desa Watumilok pun kami tuangkan kesepakatan bersama masyarakat itu di dalam Berita Acara,” kata Magdalena di Kantor Berita Sikka, Bagian Humas Setda Sikka, Jl. A. Yani – Maumere (14/2).

PENGADUAN PTSL DIURUS OLEH INSPEKTORAT

Disebutkan juga di dalam SKB itu, jika ada pengaduan masyarakat terkait PTSL maka MENDAGRI memerintahkan INSPEKTORAT untuk berkoordinasi dengan APARAT PENEGAK HUKUM guna menangani pengaduan tersebut sesuai Pasal 385 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka, Drs. Robertus da Silva, saat dimintai keterangan oleh Berita Sikka, mengatakan bahwa pihaknya belum dihubungi pihak Kepolisian.

“Sampai hari ini saya belum dihubungi Polres Sikka terkait dugaan soal itu,” jawab Robertus, di ruang kerjanya, Kantor Inspektorat Kabupaten Sikka, Jl. El Tari - Maumere, Jumat (9/2) pagi.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Bobby J. Moonafi, SH, MH, mengaku sudah mengontak Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka namun belum berhasil bicara.

“Saya kontak beliau tapi belum dijawab. Saya sudah kirim SMS,” kata Iptu Bobby kepada Berita Sikka di ruangan kerjanya, Jumat (9/2) siang.

MASYARAKAT PRIHATIN

Masyarakat Desa Habi menyatakan prihatin atas soal ini. Misalnya Sekretaris Dewan Pastoral Paroki (DPP) Habi, Yosef Animus, yang menguruskan sertifikasi tanah milik Paroki Habi.

“Uang Rp. 150.000 itu kami bicarakan bersama, kami sepakati bersama, lalu kami kumpul bersama dengan suka-cita, untuk urus kami punya tanah dan untuk makan bersama-sama kami 500-an warga masyarakat bersama Pak Bupati. Kami bahagia!” kata Yosef Animus kepada Berita Sikka, Jumat (9/2) siang.

Kata Yosef lagi, “Yang lapor-lapor itu mungkin saja bukan warga Desa Habi tapi punya tanah di Desa Habi, sehingga tidak ikut rapat dan tidak tahu ada kesepakatan masyarakat ini. Jadi, kalau Kepala Desa kami dibilang pungli, kami semua juga mau ditahan karena yang dia pungli itu kami yang beri dengan senang hati.”

Pernyataan berempati pun diungkapkan Kepala BPN Sikka, Fransiska Vivi Ganggas. “Saya sungguh-sungguh prihatin dengan kondisi para kepala desa dan kaur-kaurnya itu. Mereka berjalan kaki dari kebun-ke kebun, tidak naik kendaraan, dan sambil pikul batu-batu pilar itu. Itu siang hari. Malamnya mereka menemani kami bekerja sampai pagi di desa. Semuanya itu dibalas dengan begini….,” kata Vivi dengan wajah murung.

Sambung Vivi, “Berkat merekalah, ribuan lahan tanah di Kabupaten Sikka bisa diukur dan sertfikatnya bisa diterbitkan, untuk menyukseskan program Presiden Joko Widodo yang targetkan 5 juta sertifikat tanah itu.”

PENANGGUHAN PENAHANAN

Berkat mediasi oleh Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera dengan Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang, SIK, Kades Habi Maria Nona Murni dan Kaur Maria Wilfrida telah dibebaskan dari tahanan Polres Sikka pada Jumat (9/2) sore, dengan Bupati Sikka sebagai jaminan. Walau demikian, kedua aparat desa itu diharuskan wajib lapor setiap Senin dan Kamis, karena proses pemeriksaan masih tetap berjalan.***

Foto: LaurenzN | Teks : Even Edomeko




Tuliskan komen di Facebook

Bagikan Komentar anda ke Facebook

Lihat semua komentar

Tulis komentar anda


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Apakah situs berita ini membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang kredibel?
  Sangat membantu
  Membantu
  Cukup membantu
  Kurang membantu
  Tidak membantu

Komentar Terbaru

  • Petrus Rasi

    Perlu diapresiasi oleh masyarakat Sikka karena bupati dan wakil yang terpilih lima tahun lalu ...

    Lihat Semua Artikel
  • Servasius Aliando

    Sukses bravo nian ...

    Lihat Semua Artikel
  • lewuk nathan

    Makasih atas pemberitaan ini. Semoga Nian tana maju berkat kerja sama, kerja keras dan kerja ...

    Lihat Semua Artikel
  • Rollys saputra

    Sya bangga dan senang suda mnjadi bgian dr alumni SMAK ALVAREZ meskipun sya tdk sampai tamat sya ...

    Lihat Semua Artikel

Video Terbaru

Lihat Semua Video