Perangi Kebodohan, Gubernur Viktor Laiskodat Tantang Gereja NTT Menjadi Sekolah
Gubernur NTT Beri Kuliah Umum di STFK Ledalero

By Admin Humas 25 Nov 2018, 14:09:51 WIB Pendidikan
Perangi Kebodohan, Gubernur Viktor Laiskodat Tantang Gereja NTT Menjadi Sekolah

Keterangan: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan kuliah umum di STFK St. Paulus Ledalero (Sabtu, 24/11/2018)


Ledalero, Berita Sikka

Salah satu soal besar di Provinsi NTT adalah buruknya mutu pendidikan. Bahkan muncul stigma NTT sebagai provinsi bodoh. Gubernur NTT menawarkan gagasan, agar Gereja di NTT menjadi sekolah. “Jika kita malu dengan stigma itu, ayo mari kita kerja bersama,” ajak Gubernur.

Hal tersebut dikemukakan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat memberikan kuliah umum kepada civitas academica STFK/TK (Sekolah Tinggi Filsafat Katolik / Teologi Katolik) St. Paulus Ledalero, di Aula St. Thomas Aquinas STFT, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Sabtu (24/11/2018).

Gubernur NTT saat memasuki kompleks STFK St. Paulus Ledalero

Kita Semua Malu

“Fakta bahwa mutu pendidikan NTT ada di bawah 10 besar Indonesia itu harus bikin kita malu. Bukan cuma Gubernur yang malu. Tapi juga para uskup, pastor, pendeta, bupati, preman, polisi, tentara. Kita semua,” kata Gubernur pasangan Wagub Josef Nae Soi itu.

“Karena kita semua malu,” lanjutnya lagi, "Maka mari semua kita bekerja sama, termasuk Gereja.”

“Saya tidak tertarik membangun rumah ibadah. Tapi saya tertarik bangun sistim pendidikan yang baik. Kalau bisa semua gereja di NTT berubah menjadi sekolah," tantang Viktor disambut tepuk tangan penuh semangat para mahasiswa STFK.

Mimbar kuliah umum STFK Ledalero pun menjadi panggung kesempatan bagi Viktor Bungtilu Laiskodat yang belum genap 3 bulan menjadi Gubernur NTT itu untuk menularkan gagasannya membangun NTT lima tahun ke depan.

Berbicara lebih jauh, Viktor berpendapat bahwa iman harus diwujudkan dalam perbuatan nyata, praktek konkrit. Bahkan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Perbuatan konkrit yang baik hanya bisa dilakukan oleh manusia terdidik yang terlahir dari sistim pendidikan yang baik.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (baju putih tengah) didampingi Bupati Sikka, F. Roberto Diogo (baju biru) dan Ketua STFT Ledalro RP DR. Otto Gusti Madung SVD (kiri) serta Moderator (kanan)

Gereja Sebagai Sekolah

“Oleh karena itu, saya tawarkan agar Gereja menjadi sekolah. Dan para pastor, pendeta dan suster menjadi guru. Jika ini terjadi, maka urusan pengembangan manusia akan beres. Saya yakin, sumber daya manusia akan bagus, karena dididik oleh para suster dan pastor yang memiliki misi pelayanan,” tantang sekaligus ajak Viktor.

“Mari kita bagi tugas. Gereja men-take over urusan pendidikan, maka tugas pemerintah menjadi lebih ringan. Tinggal cari biayanya.

"Butuh uang berapa, pemerintah penuhi. Visi melayani panggilan moral itu yang diutamakan untuk mentransfer knowledge dan karakter kepada anak didik. Saya hadir di sini untuk menantang itu. Urusan duit pemerintah yang cari. Kita bagi tugas," kata Viktor, diiringi aplaus hadirin.

Jalan Ekstrem

Tantangan Gubernur Viktor di atas itu sekaligus menjawabi “tantangan” yang disodorkan oleh Pembina Yayasan Persekolahan St. Paulus, RP Lukas Jua, SVD, dalam sambutan pembukaan kuliah umum Gubernur NTT.

Kata Pater Lukas, “Mutu pendidikan NTT tak pernah beranjak dari peringkat 10 besar terbawah Indonesia. Literasi di NTT berada di peringkat terbelakang dari propinsi lain di Indonesia.”

Gubernur Viktor bilang, cap NTT bodoh itu yang malu bukan hanya Gubernur. Para uskup, pastor dan pendeta juga malu. Preman, polisi, tentara dan semua ikut malu.

"Maka kita butuh gerakan. Gerakan bersama-sama. Jangan biarkan saya dan Pak Wagub Josef sendirian. Mungkin juga banyak pastor dan pendeta marah kepada saya, tapi coba merenung dulu sebelum marah saya. Saya selalu berpikir ekstrem dan kerja esktrem kejar ketinggalan sekian lama," tambah Viktor.

Selain mengangkat isu pendidikan, Gubernur juga berbicara tentang isu-isu populer lainnya, seperti bidang ketenagakerjaan, kesehatan, ekonomi, dan pembangunan infrastruktur. Selama kurang-lebih dua jam, suami Julie Laiskodat itu memaparkan program kerjanya, dan mendapat sambutan antusias dari pendengarnya.

Dari Kanan: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago

Hadir pada kesempatan itu: Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu; Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si; Ketua DPRD Sikka, Gorgonius Nago, S.E; mantan Bupati Sikka, Drs. Daniel Woda Pallle, Drs. Alexander Longginus dan mantan Wabup Drs. Paolus Nong Susar, Ketua STFK Ledalero RP. DR. Otto Gusti Madung, SVD bersama segenap civitas academica STFK Ledalero dan sejumlah undangan.***

| Reportase: Even | Foto: Lorens |




Tuliskan komen di Facebook

Bagikan Komentar anda ke Facebook

Lihat semua komentar

Tulis komentar anda


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Apakah situs berita ini membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang kredibel?
  Sangat membantu
  Membantu
  Cukup membantu
  Kurang membantu
  Tidak membantu

Komentar Terbaru

  • Petrus Rasi

    Perlu diapresiasi oleh masyarakat Sikka karena bupati dan wakil yang terpilih lima tahun lalu ...

    Lihat Semua Artikel
  • Servasius Aliando

    Sukses bravo nian ...

    Lihat Semua Artikel
  • lewuk nathan

    Makasih atas pemberitaan ini. Semoga Nian tana maju berkat kerja sama, kerja keras dan kerja ...

    Lihat Semua Artikel
  • Rollys saputra

    Sya bangga dan senang suda mnjadi bgian dr alumni SMAK ALVAREZ meskipun sya tdk sampai tamat sya ...

    Lihat Semua Artikel

Video Terbaru

Lihat Semua Video