Perangi Gizi Buruk, Gubernur Laiskodat dan Para Bupati Berkomitmen Tanam Kelor
Dalam Rakor Wilayah V di Maumere

By Admin Humas 25 Nov 2018, 15:15:27 WIB Desa dan Kelurahan
Perangi Gizi Buruk, Gubernur Laiskodat dan Para Bupati Berkomitmen Tanam Kelor

Keterangan: BIBIT KELOR dalam genggaman (dari kiri) Wabup Lembata Dr. Thomas Ola Langoday, S.E.,M.S.; Bupati Sikka Fransikus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat; dan Bupati Flotim, Anton Hadjon


Maumere, Berita Sikka

Gizi buruk dan busung lapar adalah salah satu stigma Provinsi NTT. Padahal sudah sangat banyak duit digelontorkan, banyak program digulirkan. Ada salah apa denganmu, NTT? Gubernur Laiskodat lantas serukan: “Mari tanam kelor!”

Bertempat di Aula Sikka Convention Center (SCC) Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengadakan rapat koordinasi bersama dengan para Bupati, Ketua DPRD, Camat, dan Kepala Desa dari tiga kabupaten di Flores Bagian Timur, yakni: Sikka, Flores Timur dan Lembata, yang tergabung dalam Wilayah V NTT, pada Sabtu (24/11/2018). Dari unsur Camat dan kepala Desa, tidak semuanya diundang, tapi hanya beberapa dari setiap kabupaten untuk mewakili.

Dalam kesempatan langka itu, Gubernur Viktor memaparkan berbagai program pembangunan Provinsi NTT untuk 5 tahun ke depan. Di antaranya adalah program pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi, program bidang pendidikan, serta kesehatan.

“Provinsi NTT yang kita cintai ini sangat terkenal sebagai Provinsi Gizi Buruk. Kita harus malu. Saya mau jadi Gubernur NTT ini antara lain karena malu itu. Malu menjadi orang NTT yang dikenal gizi buruk,” kata Viktor.

Masih kata Viktor, NTT tetap saja tiap tahun ada gizi buruk, busung lapar, stunting dan macam-macam itu, padahal sudah banyak duit digelontorkan, banyak program pemulihan gizi dibikin, tapi tetap tidak ada perubahan. Pasti ada yang salah.

“Karena itu, saya ajak kita semua tanam kelor! Kelor ini sudah terbukti membuat Afrika yang paling terkenal di dunia sebagai daerah rawan pangan, gizi buruk, stunting dan lain-lain itu sudah membaik.

“Kelor ini sudah diteliti oleh macam-macam professor dan terbukti secara ilmiah punya kandungan gizi yang luar biasa. Dan tanah di kampong-kampung kita cocok. Maka tanamlah kelor!,” seru Laiskodat.

Seruan Gubernur mendapat tanggapan antusias dari para hadirin. Para kepala desa pun sepakat membangun komitmen untuk menghijaukan desanya dengan tanaman kelor.

Komitmen itu ditandai dengan pembagian bibit pohon kelor oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat kepada Bupati Sikka Fransikus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, Bupati Flores Timur Anton Hadjon, dan Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola Langoday, S.E.,M.S.***

Reportase: Even | Foto: Laurens




Tuliskan komen di Facebook

Bagikan Komentar anda ke Facebook

Lihat semua komentar

Tulis komentar anda


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jajak Pendapat

Apakah situs berita ini membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang kredibel?
  Sangat membantu
  Membantu
  Cukup membantu
  Kurang membantu
  Tidak membantu

Komentar Terbaru

  • Petrus Rasi

    Perlu diapresiasi oleh masyarakat Sikka karena bupati dan wakil yang terpilih lima tahun lalu ...

    Lihat Semua Artikel
  • Servasius Aliando

    Sukses bravo nian ...

    Lihat Semua Artikel
  • lewuk nathan

    Makasih atas pemberitaan ini. Semoga Nian tana maju berkat kerja sama, kerja keras dan kerja ...

    Lihat Semua Artikel
  • Rollys saputra

    Sya bangga dan senang suda mnjadi bgian dr alumni SMAK ALVAREZ meskipun sya tdk sampai tamat sya ...

    Lihat Semua Artikel

Video Terbaru

Lihat Semua Video